Rabu, 10 Desember 2014

MASJID AGUNG DARUNNAJAH PUTUSSIBAU.

MASJID AGUNG DARUNNAJAH PUTUSSIBAU.

Perjalanan ke Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu tidaklah disiakan penulis untuk melihat keindahan bangunan Masjid yang berada di kota Putussibau.
Keberadaan masyarakat muslim yang berdampingan dengan masyarakat dayak dan non muslim di kota Putussibau berjalan sesuai harmonisasi alam yang saling menghormati dalam kehidupan keseharian.

Sejarah panjang keberadaan masyarakat muslim sebagaimana yang penulis dapatkan dari beberapa sumber dan artikel bebas, adalah dimulai dari keberadaan beberapa etnis Dayak yang merupakan penduduk asli Pulau Kalimantan, etnis Dayak Kantu’ dan Dayak Taman yang banyak mendiami kota Putussibau, pada awalnya mereka merupakan imigran antar wilayah di Kalimantan Barat.
Suku Dayak Kantu’ yang berasal dari wilayah Kabupaten Sanggau banyak mendiami selatan dari Kota Putussibau, sedangkan suku Dayak Taman menetap di daerah hilir Teluk Barat dan Suku Dayak Kayan menetap didaerah sekitar Kedamin, dari perjalanan waktu Suku Dayak Taman dan Suku Dayak Tayan inilah yang banyak memeluk Agama Islam, sejak saat itulah mulai banyak didirikan tempat ibadah muslim seperti surau dan masjid.

Perkembangan kehidupan masyarakat kota Putussibau yang mulai membangun Masjid dapat dilihat dari berdirinya beberapa masjid yang sekarang sebagian masih membunyai bentuk bangunan asal, namun sebagian sudah mengalami beberapa renovasi seperti yang penulis lihat.

MASJID AGUNG DARUNNAJAH PUTUSSIBAU.

Merupakan masjid yang terletak tepat dipusat kota Putussibau, maka sudah selayaknya menjadi kebanggaan dari masyarakat muslim didaerah tersebut, Masjid yang cukup megah kala itu dengan bangunan yang terdiri dari tempat ibadah disertai pintu gerbang menghadap jalam Kom. Yos Sudarso yang disertai ornamen gapura berciri khas bangunan Melayu didirikan pada awal periode Bapak H. M. Djapari sebagai Bupati Kapuas Hulu (1985-1995), beliau adalah seorang putra Nanga Pinoh yang wafat pada tanggal 10 November 2014 yang lalu. Semoga Allah Yang Maha Rahman melipatgandakan amal beliau, Amiin...

Perkembangan dan pertambahan jumlah penduduk kota Putussibau berdampak pula dengan semakin banyaknya masyarakat muslim yang melaksanakan ibadah shalatnya, terlebih lagi saat melaksanakan ibadah shalat Jum’at. Masjid yang semula hanya menampung sekitar 500 orang sudah tidak lagi dapat menampung jamaah yang semakin meningkat jumlahnya, maka Pengurus Masjid yang diketuai oleh Bapak H. Abang M. Natsir yang juga merupakan Bupati Kapuas Hulu telah mencanangkan renovasi sekaligus perluasan areal Masjid.

“Masjid saat ini akan diperluas tempat melakukan ibadah sholat dan InsyaAllah setelah selesai akan dapat menampung sekitar 5000 jamaah terutama pada saat shalat Jum’at” demikian dikatakan Bapak Muhammad Sukri yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Hulu disaat memberikan penjelasan kepada penulis sekaligus menunjukan perluasan masjid yang sedang dikerjakan oleh kontraktor, baik itu penambahan selter maupun bangunan inti yang akan diperluas lagi, demikian disampaikan beliau.

Sore itu memang sengaja penulis berkunjung dan shalat Ashar ke Masjid Agung Darunnajah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Hotel sanjaya tempat penulis menginap, namun tidak disangka saat penulis mencoba mengambil beberapa gambar terkait bangunan Masjid yang sedang direnovasi dan diperluas bertemu dengan Bapak Muhammad Sukri Sekda Kabupaten Kapuas Hulu.


Pertemuan secara tidak terduga ini digunakan penulis untuk berbincang sejenak kepada beliau terkait kondisi kota Putussibau dan juga tentunya bertanya program pembangunan Masjid megah yang sedang dalam tahap perluasan dan salah satu yang menjadi kebanggaan masyarakat kota Putussibau.

Penulis secara terus terang mengatakan penghargaan kepada Bapak Muhammad Sukri saat beliau menjelaskan mengenai pembangunan Masjid Agung Darunnajah saat itu, karena bagi penulis baru menemukan seorang Pejabat Pemda setingkat Sekda mau berbincang bahkan menjelaskan secara rinci terkait suatu pembangunan tempat ibadah, sedangkan beliau tidak mengenal siapa yang diajak berbincang. Itulah keramahan lain yang diperoleh penulis saat berkunjung ke Kota Putussibau.

Setelah berbincang dan beliau menjelaskan secara rinci kondisi pembangunan Masjid Darunnajah, maka disela perbincangan penulis mengenalkan diri sekaligus melaporkan secara singkat terkait perjalanan singkat penulis bersama rekan ( Widya Sananda dan R. Hariyadi ) ke Kabupaten Kapuas Hulu. Saat berpisah penulis hanya dapat mengucap syukur kehadirat Illahi Rabbii atas dipertemukannya dengan Bapak Sekda Kabupaten Kapuas Hulu yang sederhana dan sangat ramah, “Terimakasih Bapak Sekda atas pertemuan ini... Assalamu ‘Alaikum WarahmatUllahi wa Barakatuh.” dikatakan penulis saat akan berpisah dengan menjabat tangan beliau.

Malam harinya saat melaksanakan shalat Isya, penulis merasakan keagungan dan kemegahan Masjid Agung Darunnajah, cahaya lampu yang memantul pada dinding marmer pada bangunan Masjid laksana kerlipan bintang dilangit, terlebih lagi mendengarkan imam shalat Isya melantunkan suratul Fathihah dengan jelas dan sesuai sanadnya, kemerduan lantunan ayat Al-Qur’an tersebut membuat keharuan tersendiri bagi penulis, karena bagi penulis apabila shalat berjamaah maka kewajiban Imam untuk melantunkan suratul fathihah dengan jelas, baik dan benar, sehingga makna dari surat tersebut menjadi jelas maka insyaAllah shalat yang dilakukan dan jamaah seluruhnya akan memperoleh ridho dan maghfirah dari Allah Azza wa Jalla.

Setelah shalat isya, penulis berkesempatan berbincang sejenak dengan Imam shalat isya kala itu seorang ustadz muda bernama H. Mawar Susardi dan pengurus Masjid Ustadz Ruju Setiawan, keduanya menjelaskan juga terkait pembangunan Masjid Agung Darunnajah yang berukuran dalam 50 x 50 meter2, mulai saat didirikannya masjid lama sampai berjalannya pembangunan sekarang ini, dimana perluasan lahan masjid telah menggusurkan satu bangunan sekolah SPG yang dipindahkan agar area Masjid menjadi luas dan terbebas dari bangunan lainnya.

Masjid Agung Darunnajah merupakan masjid utama di Kota Putussibau, keberadaan masjid digunakan pula untuk berbagai kegiatan ibadah, terutama pada bulan suci Ramadhan selain digunakan untuk kegiatan ibadah tetap seperti shalat tarawih yang jamaahnya selalu membludak bahkan sampai keluar areal masjid, maka tidaklah heran bila Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu berniat meningkatkan kapasitas jamaah yang dapat ditampung dalam areal masjid sehingga perluasan masjid perlu segera diselesaikan.

Kegiatan masjid nantinya juga akan diisi berbagai pelatihan ibadah bagi masyarakat sekitar kota Putussibau, adanya pelaksanaan pesantren kilat bagi siswa sekolah dibulan suci Ramadhan, dan juga direncanakan adanya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang akan dibangun setelah selesainya bangunan utama masjid, sehingga masyarakat dapat menimba ilmu agama secara baik dan teratur dikarenakan mempunyai tempat yang memadai, demikian disampaikan pengurus masjid kepada penulis. Inilah cermin keramahan dari masyarakat Putussibau.

”Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).





Wied-Sand-Des2014


*dikutip sebagian dari berbagai sumber.

3 komentar:

  1. kami menawarkan produk kerajinan tembaga/kuningan..ins/exs...untuk accesories masjid seperti kubah tembaga-lampu tembaga-kaligrafi-pintu nabawi-dll,melayani sesuai pesanan hub web kami di www.kerajinantembaga-kuningan.com telp 0276323457-08122637892

    BalasHapus
  2. terima kasih semoga bermanfaat dan barokah

    BalasHapus